Jiwa tersebut kiasan Tuhan. Hidup dari pada alam semesta tidak kenal masa atau waktu. Selama-lamanya dia berada, dia hidup kekal. Jiwa dari pada alam semesta serupa langit yang amat tinggi, halus dan tidak terbatas. Meliputi seluruh alam semesta. Dia berada dimana-mana serupa langit gaib yang meliputi segala sesuatu maupun yang dapat dilihat atau tidak kelihatan. Sumber dari pada segala kesempurnaan yang mutlak adalah jiwa dari pada alam semesta. Sumber dari pada segala keindahan yang kekal adalah pada-Nya. Sumber dari pada segala ilmu pengetahuan yang mutlak adalah Dia. Sumber dari pada segala rahasia kekuasaan. Kerajaan, Firman, serta segala sesuatu adalah pada-Nya. Mahasucilah Dia dari pada segala pujaan, Dialah raja dari pada alam semesta dan cahaya seluruh angkasa. Dialah pencipta dari pada alam semesta. Dialah langit gaib Tuhan yang maha meliputi segala sesuatu, suci dari pada sifat atau nama, Dialah tunggal, kekal dan abadi.
Dialah awal dan akhir. Dialah sang pencipta seluruh alam semesta. Maha sucilah Dia dari pada segala ucapan dan kata, Dia tidak akan dikenal selamalamanya.
Insan mohon pada langit Tuhan yang maha pengasih, karunialah insan demi rakhmatmu yang maha mulia, supaya dia akan kenal cahaya wajahmu yang maha indah. Dialah Allah dari pada alam semesta.
1
Insan adalah seorang manusia yang sempurna. Semua sifat sifat yang menuju kesempurnaan adalah baik. Manusia harus menjelmakan sifat-sifat yang baik. Sejak semula adanya manusia didunia dia akan mencapai langkah-langkah yang menuju kesempurnaan yang mutlak, manusia tidak akan sanggup untuk mencapai segala kesempuranaan yang mutlak, oleh karena dialah jiwa dari pada alam semesta. Akan tetapi dia harus berusaha untuk mendekati kebenaran-kebenaran yang ada didunia llmu pengetahuan. Manusia sejak semula sampai masa sekarang dan akan seterusnya menuju langit kesempurnaan yang mutlak. Insan adalah sumber dari pada segala sifat-sifat kesempurnaan. Segala sifat-sifat yang indah dan baik dapat terjelma dari pada insan yang sempurna. Dia adalah ciptaan yang terindah dialam semesta. Seorang insan harus berusaha untuk menemukan hal-hal yang membawa dia kealam yang sempurna. Apabila seorang manusia berhasil melakukan segala kebaikan, dia akan dicintai oleh para insan. Seorang manusia harus berusaha menyempurnakan dirinya dalam segala bidang. Tujuan dari pada semua nabi serta ahliahli ilmu pengetahuan adalah kebaikan serta kesempurnaan manusia.
Dalam diri pribadi setiap manusia telah ada bakat untuk menemukan hal-hal yang baik, serta membedakan yang tak berguna. Sebagaimana setiap manusia dapat mengetahui rasa manis dan pahit, begitupun dapat mengetahui sifat-sifat yang indah dari pada yang tak berguna.
2
Dalam setiap masa manusia menemukan terbitnya insan-insan yang sempurna. Mereka membimbing para insan disegala bidang kesempurnaan. Tujuan dari pada para pendidik-pendidik manusia tidak lain dari pada kebaikan serta kesempurnaan dalam bidang ilmu dan agama.
Diantara pendidik-pendidik manusia yang utama ialah para insan yang sempurna. Mereka itu merupakan sumber dari pada sifat-sifat yang indah. Mereka itu menjelmakan segala kesempurnaan. Hasil dari pada inti sari sabda mereka ialah kesempurnaan insan. Mereka semua membimbing manusia untuk melakukan segala kebaikan. Manusia harus berusaha untuk melakukan nasehat dari pada sabda para Nabi. Mereka itu semuanya dari pada sumber yang sama, oleh karena itu intisari dari pada sabda mereka itu adalah sama.
Para insan-insan yang sempurna atau para Nabi telah memberikan ajaran yang sama tujuannya untuk kebaikan seorang insan, serta kesempurnaan manusia. Kasih sayang dan keadilan, kebenaran dan kejujuran, tolong menolong dan kesetiaan, kemurnian dan kedermawanan, merupakan sifat-sifat yang harus terjelma dari pada seorang insan yang ingin mencapai alam kesempurnaan dan kebahagiaan.
Insan harus memperjuangkan kesempurnaan dirinya. Dia harus melakukan segala apa yang baik, memikirkan segala apa yang baik, mengucapkan segala apa yang baik. Inilah perjuangan pertama serta tugas utama dari pada setiap insan.
3
Langkah yang seterusnya untuk mencapai alam yang sempurna disegala bidang kemanusiaan terdiri atas dasar kesempurnaan insan. Insan tersebut beraneka rupa dimuka bumi. Semua harus ikat serta memperjuangkan kesempurnaan pribadi masing-masing serta memperhalus budi perkerti mereka. Hal-hal kebaikan, keindahan, perikemanusian tidak kenal suku atau bangsa, warna kulit atau agama, miskin atau kaya, semuanya dinamakan insan. Seluruh ummat insan harus bersatu memperjuangkan kesempurnaan disegala bidang kemanusiaan. Kesempurnaan manusia berarti dia harus meninggalkan segala kekurangan, serta berusaha untuk mencapai segala kebaikan. Pribadi setiap manusia terdiri pada dua zat yaug menarik satu sama lain. Selama dia hidup dalam dunia, dia akan mengalami perjuangan diantara dua zat tersebut. Zat yang pertama adalah kebaikan. Zat yang kedua adalah hawa nafsu. Zat yang kedua selalu menggoda untuk merobah zat yang semula serta menjauhkan insan dari pada kesempurnaan. Hidup manusia merupakan perjuangan untuk kemenangan insan. Tanpa berusaha dia tidak akan menang.
Kata Adam dalam Bahasa Persia berarti insan yang sempurna. Dia merupakan symbol dari pada ksempurnaan, sebaliknya Hawa merupakan symbol daripada sifat kekurangan kesempurnaan. Insan bersabda: Wahai putra insan jauhkan dirimu daripada zat kekurangan supaya engkau mencapai sorga kesempurnaan.
4
Sumber daripada segala keindahan serta kesempurnaan dinamakan sorga. Insan berada disorga kesempurnaan, karena ikut godaan dari pada zat kekurangan, dia keluar dari sorga kesempurnaan, lalu dia jatuh pada alam yang penuh kekurangan. Karena itu ia tidak akan puas dalam dunia ini. Melainkan dia meninggalkan zat kekurangan untuk mencari ketenangan sorgawi dialam keindahan adadi. Insan harus hidup dalam keadaan damai diantara dua zat tersebut. Dia harus menentukan batas yang tertentu untuk kemauan masing-masing. Dia harus adil dalam hidup untuk damai dan bahagia. Menurut hokum alam, akal dan kebijaksanaan. Akan tetapi kalau zat pertama selalu ikut pada kemauan zat kekurangan dia akan pasti jatuh pada alam yang tidak memuaskan serta menghalangi kemajuan insan. Damai diantara dua zat yang berada pada diri manusia merupakan hidup yang bahagia, jauh dari pada keterlaluan kemauan masing-masing. Zat pertama adalah zat yang utama, dia harus selalu berkuasa pada diri insan yang sempurna. Dialah raja dari pada diri insan. Insan bersabda: Wahai putra insan berdamailah pada dirimu sendiri atas kekuasaan raja insani, engkau akan berdamai dalam dunia dan berkuasa dialam semesta. Kata Adam dana Hawa serupa kiasan. Setiap manusia akan mengalami ceritera yang sama selama dia hidup dalam dunia. Bahagialah seorang insan yang selalu menjauhkan dirinya dari pada segala sifat kekurangan dan menuju kepada sorga kesempurnaan.
5
6
7
8
9